NewsAugust 27, 2019

Pertamina Kembangkan Pembangkit Listrik Tanaga Surya Berkapasitas 4 MW di Bontang, Kalimantan Timur


Jakarta, Agustus 2019 -- Dalam rangka mendorong pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (New and Renewable Energy – NRE), Pertamina melalui Anak Perusahaannya, PT Pertamina Power Indonesia, telah mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan total kapasitas 4 MWp. Tahap pertama dengan kapasitas terpasang 1 MWp telah beroperasi sejak 14 September 2018 tahun lalu. Tahap kedua dengan kapasitas 3 MWp dilakukan setahun setelahnya, setelah melewati beberapa kajian teknis di lapangan. Penyaluran listrik tersebut terintegrasi langsung ke jaringan listrik kilang LNG Badak yang mengintegrasikan antara sistem PLTS yang dinamis dengan pembangkitan listrik dan uap, tanpa mengurangi kehandalan sistem kelistrikan kilang LNG. Hal ini sekaligus menjadi penegasan komitmen PT Pertamina (Persero) melalui kedua anak perusahaannya dalam mendukung program Pemerintah untuk pengembangan Energi Baru dan Terbarukan di Tanah Air, serta bentuk perwujudan kerja sama sinergi di dalam Pertamina Group.

PLTS tersebut diberi nama Arkadaya, yang diambil dari bahasa Sansekerta, Arka yang berarti matahari sebagai sumber penerang dan Daya yang artinya tenaga, kemampuan, kekuatan. Di area Badak, Arkadaya dibagi menjadi Arkadaya 1, Arkadaya 2, Arkadaya 3 dan Arkadaya 4 dengan kapasitas masing-masing sebesar kurang lebih 1 Mwp. Total PLTS ini menempati lahan seluas 4Ha dan menghasilkan energi total diperkirakan sebesar 3.360.000 kWh per tahun, serta muatan TKDN mencapai lebih dari 40% yang menjadi bukti komitmen Pertamina dalam mendukung industri solar cell di tanah air.

PT Badak NGL sebagai salah satu penyedia energi bersih berbentuk Liquified Natural Gas (LNG) berpeluang menjadi LNG Plant pertama di dunia yang melakukan diversifikasi penggunaan sumber energi dengan pemanfaatan energi terbarukan khususnya PLTS guna mendukung kebutuhan operasional kilang.

Dengan beroperasinya PLTS dengan kapasitas 4 MWp di Badak, Bontang, Kalimantan Timur, hal tersebut menandakan resminya PT Pertamina Power Indonesia sebagai salah satu penyedia energi bersih berbasis Energi Baru dan Terbarukan, selain berbasis gas dan LNG.